Bunga KPR AS Rekor Tertinggi 20 Tahun, Punya Rumah Sulit!

Berita, Teknologi197 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Tingkat suku bunga rata-rata kredit pemilikan rumah (KPR) di Amerika Serikat (AS) melonjak menjadi 7,09%, menyentuh level tertinggi dalam lebih dari 20 tahun. Kenaikan ini memperpanjang era biaya KPR tinggi yang telah memperlambat pasar perumahan Negeri Paman Sam.

Angka di atas mengacu pada data yang dirilis lembaga pembiayaan KPR Freddie Mac pada Kamis (17/8/2023).

Mengutip Wall Street Journal (WSJ), Kamis (17/8), ini menandai pertama kalinya sejak musim gugur yang lalu ketika suku bunga KPR dengan suku bunga tetap (fixed-rate) tenor 30 tahun naik ke atas 7%. Setahun yang lalu, suku bunga tersebut berada di sekitar 5%.

Pasar perumahan menjadi bagian dari ekonomi yang paling terpukul langsung oleh kebijakan suku bunga tinggi ala bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed).

Perlambatan dalam aktivitas refinancing dan pembelian telah memukul beberapa perusahaan penyalur pinjaman KPR, menyebabkan puluhan ribu PHK di industri tersebut dan membebani pertumbuhan ekonomi.

Suku bunga KPR memang tidak terkait langsung dengan kebijakan moneter bank sentral. Tetapi mereka cenderung bergerak seiring dengan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS atau US Treasury tenor 10-tahun, yang pada Kamis mencapai level tertinggi sejak 2007.

Beberapa analis melihat masih ada kemungkinan yield US Treasury 10-tahun untuk terus naik karena pasar bersiap untuk kemungkinan bahwa suku bunga acuan tidak akan segera turun.

Pasar saham AS, Wall Street, jatuh pada Kamis, memperpanjang penurunan Agustus, di tengah investor kembali khawatir tentang kelanjutan kenaikan suku bunga The Fed.

Para pejabat The Fed masih melihat risiko inflasi dan potensi kenaikan suku bunga yang lebih tinggi, menurut risalah pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) yang dirilis minggu ini.

Baca Juga  OJK Jadi Pengawas Kripto, Pasukan Bappebti Pindah Kantor?

Ketika The Fed mulai menaikkan suku bunga dengan cepat tahun lalu, kenaikan biaya pinjaman untuk membeli rumah diperkirakan bersifat sementara. Namun ternyata, satu setengah tahun kemudian, suku bunga naik kembali ke level tertingginya, meskipun sempat turun ke 6% pada akhir 2022 dan awal 2023.

Sekarang, baik di pihak pembeli dan pemain real estat mulai berpikir suku bunga KPR tinggi akan bertahan lebih lama dari yang diharapkan sebelumnya.

Harga rata-rata rumah yang sudah dibangun di AS mencapai lebih dari $410.000 pada Juni, menurut data terbaru yang tersedia dari National Association of Realtors. Angka ini sedikit turun dari level puncak yang dicapai setahun sebelumnya, tetapi masih merupakan harga tertinggi kedua yang pernah tercatat.

“Secara keseluruhan, sebagian besar konsumen berada di sela-sela,” kata Arnell Brady II, pejabat pinjaman senior di Bay Equity Home Loans kepada WSJ. “Mereka menunggu pasar membaik sebelum mereka masuk kembali,” imbuhnya.

Di pasar perumahan, suku bunga yang lebih tinggi bertambah dengan cepat.

Sebagai ilustrasi, seorang peminjam yang membeli rumah seharga US$500.000 dengan uang muka 20%. Dengan tingkat KPR 4%, orang tersebut akan membayar membayar bunga sekitar US$290.000 selama 30 tahun untuk plafon US$400.000 mereka, mengutip kalkulator KPR oleh Bankrate.com. Dengan tingkat KPR 7%, peminjam bisa membayar bunga lebih tinggi, yakni sekitar US$560.000.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Pengusaha Keluhkan Bunga Kredit Tinggi, Bikin Susah Ekspansi!

(pgr/pgr)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *