Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia Exchange terpantau menguat di sesi awal perdagangan Rabu (16/8/2023) melanjutkan penguatan sejak perdagangan kemarin.
Melansir Refinitiv, harga CPO pada sesi awal perdagangan terpantau menguat 0,55% ke posisi MYR 3.826 per ton pada pukul 08:00 WIB. Penguatan dua hari beruntun ini menjadi angin positif yang berhasil memboyong harganya ke level 3.800.
Pada perdagangan Selasa (15/8/2023) harga CPO berakhir melesat 2,42% ke posisi MYR 3.783 per ton. Dengan ini, secara bulanan harganya menguat 1,78%, sementara secara tahunan harganya masih terkoreksi 9,37%.
Menguatnya harga CPO dipicu oleh lonjakan ekspor, ringgit yang menurun serta menguatnya minyak nabati saingannya.
“Pasar melihat koreksi naik setelah beberapa hari perdagangan lesu yang menyebabkan pelebaran selisih harga antara minyak kedelai dan minyak sawit,” kata seorang pedagang yang berbasis di Kuala Lumpur yang dikutip dari Reuters.
,Ekspor dari Malaysia selama periode 1-15 Agustus naik 18,9% dari periode yang sama di Juli, menurut surveyor kargo Intertek Testing Services. Sementara, menurut surveyor kargo lainnya yakni Amspec Agri, mengatakan ekspor melonjak 24,2%.
Menguatnya ekspor didukung oleh impor minyak sawit India pada Juli melonjak 59% dari bulan sebelumnya menjadi 1,08 juta metrik ton, tertinggi dalam tujuh bulan, karena penyuling memanfaatkan harga yang lebih rendah untuk meningkatkan pembelian.
Penguatan harga CPO juga didukung oleh Ringgit alias mata uang perdagangan kelapa sawit, turun selama empat hari berturut-turut terhadap dolar, membuat minyak kelapa sawit lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang asing.
Sementara minyak saingannya, pada perdagangan kemarin, kontrak soyoil teraktif Dalian DBYcv1 naik 2,1%, sementara kontrak minyak sawit DCPcv1 naik 3%. Harga Soyoil di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 0,3%.
Minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait karena mereka bersaing untuk mendapat bagian di pasar minyak nabati global.
CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]
[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya
Harga CPO Berusaha Nge-Gas Usai Terkapar 6 Hari, Yuk Bisa Yuk
(aum/aum)
Quoted From Many Source