Soal Perputaran Uang di PIK 2, Erick Bilang Ini ke Aguan

Berita, Teknologi194 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendengar bahwa perputaran uang di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 milik Sugianto Kusuma alias Aguan melalui Agung Sedayu Group (ASG) bisa mencapai Rp 65 miliar per bulan. Menurutnya, angka tersebut merupakan keuntungan yang cukup besar.

Hal itu dikatakan saat meresmikan kawasan destinasi wisata kuliner Aloha di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Kawasan tersebut digarap oleh sektor swasta milik Sugianto Kusuma alias Aguan melalui Agung Sedayu Group (ASG).

Hal itu sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) karena industri tersebut memiliki potensi yang bersar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Tetapi sayangnya kalau dibandingkan kedatangan pariwisata di Indonesia dengan negara tetangga, kita masih kalah jauh,” ujarnya di Jakarta Utara, Selasa (8/8).

Aloha PIK sendiri menjadi destinasi kuliner tepi laut yang dikurasi dan dikonsepkan oleh Arkana sebagai salah satu subsidiari Agung Sedayu Group. Berlokasi di sepanjang Pantai Pasir Putih PIK2, destinasi ini menggunakan konsep tropikal ala Hawaii dan Indonesia dengan desain yang unik dan beragam pilihan kuliner kekinian.

“Tetapi saya yakin angka ini bisa triple kalau tadi kunjungannya kira-kira 20.000 orang, tetapi kunjungan yang tertinggi 80.000 orang,” imbuhnya.

Erick melanjutkan, rata-rata angka kunjungan di kawasan tersebut mencapai 80.000 orang bisa tercapai karena PIK sudah memberi percontohan yang luar biasa. Pasalnya, tidak hanya dibangun sebagai kawasan properti semata. Tetapi yang luar biasa membangun customer experience.

“Bagaimana bisa membangun sebuah kawasan punya experience. Nah ini kadang-kadang kita lupa terutama kami di pemerintah. Kita hanya bangun, bangun, bangun. Tetapi pola pikir masyarakat sekarang ini sudah experience,” sebutnya.

Baca Juga  Transformasi Digital BTN Libas Bank Besar di Asia dan Oseania

Erick mengatakan, bersama dengan PJ Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi perlu adanya kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mulai membangun yang namanya solusi sampah dan polusi Jakarta.

“Karena tidak mungkin kita bicara yang namanya kota yang ingin wisatanya tinggi, tetapi polusi udaranya tidak baik,” ungkapnya.

Erick Thohir memambahkan, BUMN sangat terbuka apabila Agung Sedayu Grup lewat Aloha PIK bersedia berkolaborasi. Dalam hal ini bisa mendorong dan membangun terutama sektor UMKM agar bisa selalu terjaga.

“Kebetulan dari total perputaran uang yang namanya kredit usaha rakyat itu 92 persen di bank-bank BUMN yang nilainya hampir Rp 239 triliun,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Kisah ‘Sang Naga’ Aguan, Pernah Jadi Juru Bersih

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *