5 Pakaian Adat Unik Suku Dayak, Punya Warna Berbeda-beda Artinya: Okezone Travel

Uncategorized147 Dilihat

Paling sedikit Ada 5 barang unik dari pakaian adat suku Dayak yang tersebar di wilayah Kalimantan.

Pakaian suku Dayak terkenal mempunyai banyak keunikan. Pakaian adat kembali digalakkan berkat praktik pemakaian pakaian adat di kalangan pejabat pemerintah pada hari-hari besar tertentu.

Banyak pejabat seperti Puan Maharani dan Sri Mulyani yang mengenakan pakaian adat Dayak. Ketua DPR Puan Maharani menghadiri Rapat Tahunan MPR dengan mengenakan pakaian adat Dayak, Kalimantan Barat pada Agustus 2023.

Saat itu, Puan memilih baju adat Dayak berdesain Ruit Besai berwarna merah marun. Kain tersebut didatangkan langsung dari Kalimantan Barat, tepatnya dari Desa Umin Jaya, Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang.

Pakaian adat sebenarnya merupakan representasi bahan tradisional. Pakaian adat mempunyai nilai penting sebagai simbol keberhasilan sosial pada suatu peradaban tertentu.

(Foto: IG/@puanmaharaniri)

Dengan mengenakan pakaian adat, masyarakat dapat membaca kembali dan menyerap nilai-nilai positif yang ada dalam budaya tersebut.

Pakaian adat suku Dayak mempunyai keunikan tersendiri mulai dari ciri khas, nama, hingga sejarahnya. Nah, ini dia Portal MNC rangkuman 5 Hal Unik Pakaian Adat Suku Dayak Kalimantan;

1. Terbuat dari sawi

Dahulu suku Dayak hanya mengenal dua pakaian yaitu baju bapak raja untuk laki-laki dan bibinge raja untuk perempuan. Nama tersebut sesuai dengan bahasa Dayak, raja yang berarti pakaian.

Kain ini sangat unik karena terbuat dari kulit pohon. Kemudian kulitnya diolah sedemikian rupa sehingga menjadi lembut dan tampak seperti kain. Minyak yang telah mengalami proses ini disebut kapuo atau ampuro.

Ikuti Berita Okezone di berita Google


2. Pakaian

Seiring berkembangnya zaman, masyarakat Dayak mulai mengenal kain. Alhasil, pakaian mereka pun berkembang dan bervariasi.

Baca Juga  Cara Mengubah Background Zoom : Okezone techno

Namun sebagian besar pakaian adat yang digunakan adalah buatan sendiri. Seringkali anggota suku Dayak akan membuatnya sendiri atau oleh anggota keluarga yang ahli dalam membuat pakaian.

Ada banyak kostum Dayak yang terbuat dari kain, seperti Bulang Manik dan Raja Manik, Bulang Buri’ dan Raja Buri’, Raja Tatak, Raja Kabo’, Raja Tompang, Indulu Manik, dan Bulang Kuurung.

Pakaian Adat Dayak Wanita Bidayuh Jagoi

(Foto: IG/@giofani_e)

3. Arti pilihan warna

Pakaian adat Dayak mempunyai banyak kombinasi warna. Tak hanya itu, pakaian mereka juga dihiasi banyak corak dekoratif yang memiliki makna mendalam.

Warna yang sering digunakan antara lain warna merah yang bermakna persatuan dalam keberanian membela kebenaran. Putih melambangkan kesucian dan kesucian, sedangkan kuning melambangkan keagungan, kemuliaan, kehormatan, dan martabat. Warna hitam berarti pertumbuhan dan merupakan simbol duka. Sebab, hijau identik dengan kesuburan dan kemakmuran.

Dari segi ragam hias juga mempunyai arti yang berbeda-beda pada setiap bentuknya. Sebagaimana wujud manusia atau mantuary atau kehidupan manusia di dunia, maka wujud binatang, wujud tumbuhan, serta bintang, bulan, dan matahari yang menunjukkan kehidupan lampau.

4. Berbagai aksesoris

Pakaian dayak juga dilengkapi dengan perhiasan atau aksesoris yang unik. Beberapa perhiasan khusus untuk wanita, pria, atau keduanya.

Diantaranya adalah simbolong (sanggul), mahkota biru tantawan dan mahkota biru arue (hiasan kepala), poosang (hiasan telinga), kalong atau manik pirak (kalung), kalong manik kalabe (kalung khusus remaja putri), kalong manik lawang (bisa dipakai laki-laki atau perempuan), tangkalai’ atau sumpae (perhiasan lengan), juga diisi dengan amas atau gigi emas.

Pakaian Adat Dayak Ngaju Untuk Wanita

(Foto: Pegipegi)

5. Baju Melayu Sambas

Pakaian adat di Kalimantan Barat juga mempunyai kemiripan dengan pakaian adat suku melayu yang ada di nusantara. Pakaian warga Sambas selalu berlengan panjang dengan busana khas Kalimantan Barat.

Baca Juga  Tarif Staf KPPS Pemilu 2024 per Hari atau per Bulan? Simak penjelasannya: Okezone Economy

Pria memakai kopiah hitam. Sedangkan untuk wanita, gaunnya panjang dengan bagian bawah berbahan tenun. Tidak hanya kaya akan ilmu pengetahuan, pakaian dan perhiasannya juga indah dan indah.

Konten di bawah ini disajikan oleh Pengiklan. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *