Alarm! BI Temukan Ribuan Uang Luar Negeri Rp 107 Miliar Jelang Lebaran: Okezone Aje

Uncategorized41 Dilihat

MISKINBank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Malang yang sudah tercatat dibayar uang palsu mengalami peningkatan menjelang Idul Fitri. Peningkatan tersebut mulai terjadi pada Juni lalu dari laporan sejumlah bank di wilayah layanan perwakilan BI Malang (Wilker) yang meliputi Kota dan Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota dan Kabupaten Pasuruan, serta Kota dan Kabupaten Probolinggo.



Kepala Badan BI Malang Febriana mengatakan dari pemberitaan uang palsu (upal) yang terjadi pada akhir Maret 2024 setidaknya terjadi peningkatan hingga 391%. Versi RP.

“Posisinya ke temuan 391% di bulan Maret. Berdasarkan data kita di bulan Februari ada 227 makalah, di bulan Januari ada 438 makalah. Jadi perkiraannya tepat,” kata Febriana, saat pemaparan Bincang Santai Bersama Awak Media, Senin malam (1/4/2024).

Febriana mengaku ribuan Rp. 100.000 adalah yang paling umum dengan upal, diikuti oleh RP. Jumlah tersebut merupakan laporan dan barang bukti yang dikumpulkan sejumlah bank dan aparat penegak hukum (APH) dalam tiga bulan terakhir.

Tadi (laporan) Januari, mungkin Januari tahun lalu, baru Januari dilaporkan ke Bank Indonesia. Karena banknya beda, ada yang terima dulu, ada yang langsung, jelasnya.

Namun secara umum dibandingkan tahun 2023, pertumbuhannya belum bisa dikatakan meningkat. Sebab dari data Januari hingga Maret 2023 temuannya masih hanya 300 hingga 600 lembar, khusus pecahan Rp 100.000.

“Kalau secara tahunan masih belum dibawah tahun lalu. Saya berharap tidak lebih, kurang dari akumulasi tahun lalu,” ujarnya.

Ikuti Berita Okezone di berita Google

Dapatkan berita terkini dengan segala berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan lainnya

Baca Juga  Bertemu Siti Atikoh Ganjar, Peternak di Palembang Akui Tak Dapat Bantuan: Okezone News

Untuk mencegah penyebaran uang palsu yang membingungkan masyarakat, pihaknya bersama instansi lain terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terutama menjelang Idul Fitri. Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengusut kasus peredaran uang palsu.

“Kami selalu memberikan informasi kepada masyarakat. Soal cara pencegahan tentu kita pakai 3D dulu, lihat, sentuh, lihat. Uang itu fitur sempurna yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi kebenaran atau kepalsuan,” jelasnya. . .

Mereka juga melaporkan ke polisi jika menemukan uang palsu, untuk menganalisis proses produksinya. Dari analisa tersebut, polisi juga akan bergerak bersama untuk mendorong upaya penghentian peredaran uang palsu.

“Kami juga bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk bisa mengumpulkan bukti-bukti, selalu ada temuan, banyak temuan. Nanti juga akan kita sampaikan ke polisi, dari polisi juga akan kita tuliskan instruksinya,” tutupnya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *