Bawaslu Pungut Gaji Masyarakat, Tapi Penipuan Boleh! : Berita Okezone

Uncategorized51 Dilihat

YOGYAKARTA – Banyak orang yang bekerja atas nama Gerakan Rakyat untuk Demokrasi dan Keadilan (Garda) menyerbu kantor. Bawaslu DIY, Rabu (22/02/2024). Mereka menggelar upacara dengan menaburkan bunga dan membakar dupa di halaman depan kantor Bawaslu DIY.

Koordinator Aksi Arya Yudha dalam sambutannya mengungkapkan ketidaksenangannya terhadap kerja Bawaslu yang tidak dipastikan menindak kelompok dai pada Pemilu 2024. Memang, ia menyebut para pekerja Bawaslu memiliki gaji yang besar.

“Bawaslu menerima gaji dari pajak masyarakat, tunjangan semakin bertambah. Tapi, apakah Bawaslu sudah menjalankan tugasnya, memantau, mencegah dan menindak? ,” ujarnya di sela-sela aksi, Kamis (22/02/2024).

Ia melakukan aksi menanam bunga dan membakar dupa untuk mendoakan aparat Bawaslu agar dapat memenuhi ketertiban daerah semaksimal mungkin. Jika sebaliknya, Arya mengatakan hukum karma akan berlaku bagi mereka.

“Entah itu Anda atau keluarga Anda, cepat atau lambat sesuatu yang buruk akan terjadi,” ujarnya.

Menurut dia, banyak ditemukan kecurangan pada pemilu 2024, seperti biaya pemilu. Namun, Arya tidak melihat ada upaya jera atau tindakan tegas dari Bawaslu.

Kalaupun tugas Bawaslu hanya memberikan rekomendasi, rekomendasi apa yang diberikan kepada KPU DIY? Tidak ada. Oleh karena itu, kami warga Jogja hanya menginginkan kedamaian dan kesejahteraan.” .

Terkait praktik Bawaslu, Arya mengatakan, warga Jogja melakukan aksi simbolis dengan memberikan kerupuk burung lunak kepada Bawaslu DIY. Gambarannya, jelas Arya, Bawaslu dianggap makanan buruk, seperti larangan yang sudah ketinggalan zaman karena tidak menindak kecurangan yang terjadi pada pemilu kali ini.



Ikuti Berita Okezone di berita Google

Dapatkan berita terkini dengan segala berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan lainnya

Baca Juga  Ahli epidemiologi menghimbau semua orang untuk mengetahui skenario B: Kesehatan Okezone

Analoginya, kalau pemilu itu makanan enak yang kita santap lima tahun sekali, maka bagi sebagian orang tanpa kerupuk itu tidak menyenangkan. Nah, karena pemilu ini dan KPU adalah alat demokrasi dan Bawaslu adalah bagian dari itu. aplikasi sebagai alat kerupuk, menambah keasyikan “Pemilu akan lebih baik. Nah, Bawaslu itu lambat, makanya kita ibaratkan dia yang slow bowler,” ujarnya.

Karena itu, Arya menegaskan, jika Bawaslu tidak bisa bekerja profesional dengan menindak tegas kecurangan pemilu, maka pihaknya akan meminta pemilu ulang pada 2024 di seluruh Indonesia.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *