Beginilah cara BI mendorong bagi hasil kredit: Perekonomian Zona Atas

Uncategorized39 Dilihat

SAMOSIR – Peningkatan Kebijakan Dukungan Likuiditas Makroprudensial (KLM) Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan meningkatkan insentif likuiditas hingga 3,4% untuk mendukung pertumbuhan utang atau biaya. Capaian insentif likuiditas KLM pada akhir tahun 2024 diperkirakan mencapai 3,6%.

Kepala Unit Usaha Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Nugroho Joko Prastowo mengatakan, khusus korporasi finance dengan bunga 2,2% itu akan mengambil tambahan daerah setempat.

Unit tambahan ini akan mulai menerima insentif mulai 1 Juni 2024 dan besaran insentif yang diberikan maksimal 4%.

“Dengan ekspansi sektor ini di bulan Juni akan bertambah sebesar Rp81 triliun, nanti akan bertambah sebesar Rp246 triliun, di akhir tahun dengan perkiraan yang ada mungkin bisa mencapai Rp280 triliun,” kata Joko dalam keterangannya. diskusi Perkembangan Ekonomi Baru dan Respon Bauran Kebijakan BI, Samosir, Sumatera Utara, Minggu (28/4/2024).

Perbaikan tersebut dilakukan dengan meningkatkan cakupan sektor-sektor penting yaitu sektor penunjang hilir, konstruksi dan real estate industri, ekonomi kreatif, otomasi, Usaha Listrik-Gas-Air Bersih (LGA) dan pelayanan sosial.

Menurut Joko, sektor tambahan ini dipilih karena sektor ini dapat memberikan stabilitas perekonomian dan bebas risiko, mendukung ekonomi hijau dan program pemerintah.

“Ini menambah insentif bagi KLM agar perbankan mempunyai senjata yang cukup dan kita tempatkan pada sektor-sektor yang dampaknya bagus, pekerjaan bagus, misalnya perumahan. Tabungan pemerintah sudah mendorongnya untuk turun,” jelas Joko.

Ikuti Berita Okezone di berita Google

Dapatkan berita terkini dengan segala berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan lainnya

Selain memperluas cakupan sektor yang mendapat insentif, BI juga memberikan tambahan likuiditas perbankan sebesar Rp81 triliun sehingga total insentif menjadi Rp246 triliun.

Baca Juga  Jadwal imsak dan waktu sholat bulan ini September 2023 Jakarta dan sekitarnya

Selanjutnya, seiring dengan berlanjutnya pertumbuhan kredit, tambahan likuiditas dari KLM diperkirakan mencapai Rp 115 triliun pada akhir tahun 2024 sehingga total insentif yang diberikan mencapai Rp 280 triliun.

Perlu diketahui, pada Maret 2024 besaran insentif KLM mencapai Rp 165 miliar, termasuk dalam KLM eksisting yang berlaku mulai Oktober 2023 hingga Mei 2024.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *