Besi Krakatau Hilang Lagi, Erick Thohir: Tanya Pemimpin: Okezone Economy

Uncategorized19 Dilihat

JAKARTA – PT Logam Krakatau (Persero) Tbk atau KRAS juga mengalami kerugian. Keadaan ini ditandai dengan menurunnya pendapatan KRAS hingga terbebani utang jumbo.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan KRAS pada kuartal I 2024 turun 66,4% menjadi USD 231,79 juta atau setara Rp 3,79 triliun (kurs Rp 16.351,40 per USD).

Kerugian periode berjalan alias rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik induk perusahaan juga meningkat hampir 60% menjadi Rp 462,58 miliar. Dari USD18,27 juta yang sudah ada pada tiga bulan pertama tahun lalu.

Menyikapi situasi tersebut, Menteri Perindustrian Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan restrukturisasi Krakatau Steel telah berlangsung selama beberapa tahun. Namun dalam menjalankan usahanya, emiten dihadapkan pada situasi buruk yang menyebabkan keuangannya negatif.

Terkait situasi yang dimaksud, Erick enggan menjelaskan lebih lanjut. Sebaliknya, dia menegaskan penghematan biaya KRAS melalui rencana restrukturisasi pertama merupakan sebuah keberhasilan.

“Ya kita sudah berhasil melakukan reorganisasi, tapi mungkin ada kondisi buruk di tengah jalan, silakan bertanya kepada Pimpinan, Pimpinan kita. Reset pertama berhasil lho, kata Erick saat ditemui di rumah Sarinah, Jumat (5/7/2024).

Ikuti Berita Okezone di berita Google

Dapatkan berita terkini dengan segala berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang juga
klik disinidan nantikan kejutan lainnya

Dari sisi utang, hingga awal tahun ini KRAS mencatatkan utang sebesar USD2,33 miliar. Dimana terdapat pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun sebesar USD 1,36 miliar atau setara Rp 21,5 triliun.

Sedangkan total ekuitas hingga akhir Maret tahun ini sebesar USD459,73 juta.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *