Dampak Kemunduran Kerajaan Majapahit Sepeninggal Gajah Mada: Pedesaan

Uncategorized106 Dilihat

KEKERASAN Gajah Mada menjadi Mahapatih Kerajaan Majapahit sangat kuat Bahkan, sejak Gajah Mada wafat, masing-masing provinsi di Kerajaan Majapahit mulai memisahkan diri. Banyak komunitas yang sebelumnya tergabung di Ibura Palapa juga terpecah belah.

Konon Kerajaan Majapahit mengalami kerugian besar sepeninggal Gajah Mada. Kerajaan Majapahit yang dulunya dihormati di wilayahnya menjadi lemah dan acuh tak acuh.




Karena itu, pemerintah pusat Majapahit kehilangan seorang pejabat yang sangat dihormati oleh para pejabat kolonial. Hubungan antara pemerintah pusat dan daerah mulai mengendur, sebagaimana tertuang dalam “Hancurnya Kerajaan Hindu Jawa dan Munculnya Negara Islam di Nusantara”.

Kerajaan-kerajaan di Sumatera yang sebelumnya setia kepada Majapahit mulai melepaskan diri dari kerajaan Majapahit. Kerajaan San-fo-ts’i atau Sriwijaya terpecah menjadi tiga, yaitu Palembang, Dharmacraya, dan Pagarruyung (Minangkabau) pada tahun 1371, tujuh tahun setelah Gadjah Mada meninggal.

Pada abad ke-15 Tanjung Pura (Kalimantan) mempunyai hubungan bebas dengan Tiongkok, pertanda hubungan dengan Majapahit semakin memburuk. Negara-negara jajahan yang jauh dari pusat tidak lagi dikuasai, karena di pusat kerajaan Majapahit terjadi perebutan kekuasaan antar anggota keluarga kerajaan. Orang-orang terhormat baik di pusat maupun di pinggiran kota telah meninggal. Tidak ada seorang pun yang mampu mengendalikan kepentingan buruh di pusat maupun di daerah.

Memang pada saat rencana Nusantara dilaksanakan oleh Patih Amangkubhumi Gajah Mada, semangat kebangsaan masyarakat Majapahit masih sangat kuat. Segala kekuatan dikerahkan untuk memperluas wilayah jajahan sehingga memberikan keuntungan materiil bagi masyarakat Majapahit.

Penguasa kota-kota pelabuhan di beberapa pulau di nusantara memudahkan masyarakat Majapahit dalam mengatur perdagangan, termasuk wilayah kolonial dengan hasil pertanian dan produksi lainnya. Dapat dikatakan bahwa masyarakat Majapahit menguasai sepenuhnya perdagangan darat dan laut di seluruh kepulauan.

Baca Juga  Membuka! Anak dr Rima, Mengabdi pada Forum Indonesia dan Menjembatani Komunikasi dengan Saudi: Okezone Haji

Ikuti Berita Okezone di berita Google

Dapatkan berita terkini dengan segala berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan lainnya

Penguasaan perdagangan tersebut didukung penuh oleh kekuatan armada Majapahit dan kekuasaan yang telah digeluti pemerintah pusat di berbagai daerah. Oleh karena itu, Majapahit dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kerajaan Majapahit berkembang pesat.

Seiring dengan meningkatnya kesejahteraan manusia, kesuburan kehidupan beragama pun meningkat. Orang yang menganut ajaran Buddha, Siwa dan Brahma mempunyai kekuatan membangun candi untuk peribadahan. Pemujaan puluhan pura di wilayah Majapahit dan Bali, sebagaimana tercatat dalam Nagarakretagama pupuh 73/3 hingga 78, merupakan hasil karya masyarakat Majapahit sendiri.

Beberapa di antaranya merupakan tempat pemakaman para pejabat tinggi yang dikelola oleh pemerintah pusat. Membangun candi untuk kehidupan beragama membutuhkan banyak biaya dan kerja keras, keahlian dan konstruksi. Daya kreatif seni dalam suasana kehidupan bisnis dapat berkembang secara alami. Seniman dapat bekerja dalam membangun candi.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *