Deteksi Transaksi Mencurigakan, Bank Diminta Tulis Rencana Hilangkan Perjudian Online: Okezone Economy

Uncategorized8 Dilihat

JAKARTA Pendanaan diminta untuk ikut serta dalam penghapusan tugas tersebut perjudian daring di Indonesia yang semakin meluas.

Salah satu cara untuk menghilangkan perjudian online, OJK meminta perbankan membangun sistem untuk melacak aktivitas bisnis yang mencurigakan.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Otoritas Jasa Perekonomian (OJK) Mirza Adityaswara dalam acara FGD bersama redaksi media di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (9/6/2024).

“Kita tanya terus bagaimana membangun sistemnya, kita lihat seperti (terkait perjudian online). Karena sistemnya harus dibangun,” ujarnya.

Mirza menambahkan, perjudian online menjadi salah satu kegiatan yang banyak dikeluhkan masyarakat kepada OJK. Game online juga menjadi perhatian pemerintahan Presiden Jokowi dengan melakukan upaya bersama untuk menghilangkan game online.

Penanganan pengaduan juga kami dorong. Bapak/Ibu juga bisa menyampaikan bahwa Presiden prihatin dengan perjudian online. Tentu ini juga menjadi perhatian kita semua, kata Mirza.

Ikuti Berita Okezone di berita Google

Dapatkan berita terkini dengan segala berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang juga
klik disinidan nantikan kejutan lainnya

Menurutnya, melacak transaksi perbankan terkait perjudian online tidaklah mudah. Hal ini dikarenakan persentase transaksi yang berhubungan dengan perjudian online tidak selalu dalam jumlah besar.

“Bisnisnya bisa Rp 100 ribu, Rp 200 ribu, atau Rp 1 juta rupiah. Tapi kenapa pakai rekening, kita selalu pakai untuk tek-tokan. Makanya harus ditafsirkan sistemnya,” ujarnya telat.

Ia mencontohkan Perusahaan Pelaporan dan Analisis Keuangan (PPATK) yang memiliki sistem yang sudah berjalan sejak lama, yakni mewajibkan bank melaporkan setiap transaksi di atas Rp 500 juta.

“Judi online tidak ada transaksinya sebesar Rp 500 juta, tapi kecil. Oleh karena itu, kalau kita ingin menelusurinya, harus ada sistem yang bisa memantau pergerakan asing di rekening kecil. dia berkata.

Baca Juga  Cek Kesehatan Gratis, Calon Legislatif Perindo Djoni Toat: Banyak Masyarakat yang Membutuhkannya: Okezone Report

Berdasarkan data OJK, ada sekitar 5.000 akun yang diblokir karena teridentifikasi digunakan terkait aktivitas perjudian online. Dia mengatakan bahwa bisnis perusahaan akan melanjutkan upayanya untuk membantu menghentikan perjudian online.

“Jadi, 5.000 akun sudah kami tutup, sudah kami blokir. “Tentu upayanya tidak berhenti sampai disitu saja, kita harus bisa mengetahui kemana dana tersebut disalurkan,” kata Mirza.

Menindaklanjuti Saluran WhatsApp Okezone untuk update berita baru setiap hari

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *