Ditulis SMA PPDB, Mbak Ita Pastikan Anak Pasangan Tunanetra di Semarang Tetap Bisa Sekolah: National Okezone

Uncategorized12 Dilihat

Semarang-Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mensponsori agar anak-anak pasangan tunanetra (pasutri) yang terdaftar dalam Program Peserta Didik Baru atau Afirmasi PPDB SMA berperan bisa bersekolah. Mbak Ita, sapaan akrabnya, mengatakan, gadis bernama Vita Azahra ini merupakan bagian dari masyarakat Semarang yang berhak mendapatkan materi pendidikan.

“Beliau adalah bagian dari masyarakat Semarang. Kami akan berusaha mendukungnya sepenuhnya,” kata Mbak Ita, Rabu (10/7/2024).

Meski Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) sudah mendaftarkan dan menanggung seluruh biaya di SMA Mardisiswa Semarang, pihaknya tetap akan memberikan bantuan biaya selama anak-anak perempuan tersebut bersekolah.

“Pemkot (Pemkot) Semarang ada biaya pelajar SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Kita juga ada anggaran seragam untuk anak-anak yatim piatu,” ujarnya.

Selain anggaran beasiswa yang telah dialokasikan, Mbak Ita juga menyinggung Program Gerbang Harapan (Kemitraan dengan Orang Tua Asuh untuk Pembangunan Masa Depan). Program tersebut merupakan upaya untuk menurunkan angka putus sekolah. Warga mampu di Semarang diajak menjadi orang tua asuh bagi anak-anak kurang mampu. DeGerbang Harapan fokus pada pemenuhan kebutuhan penunjang sekolah seperti pakaian, buku, dan alat tulis bagi siswa di Semarang.

“Kami sedang membangun Gerbang Harapan, saat ini menebar dan mendorong orang-orang yang berpotensi menjadi orang tua asuh,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang siswi berprestasi bernama Vita Azahra di Semarang diancam tidak bisa bersekolah melalui jalur konfirmasi karena diblokir oleh Persatuan Data Kesejahteraan Sosial atau DTKS Kementerian Sosial. Orang tuanya, Warsito (39) dan Uminiya (42), bekerja sendiri sebagai tukang pijat di sebuah rumah kontrakan kecil di Jalan Gondang Raya, Kecamatan Tembalang. Seharusnya status keluarga Vita Azahra masuk kategori P1 (sangat miskin), namun dalam DTKS Kemensos masuk dalam kategori P4 (rentan miskin).

Baca Juga  Atraksi Barongsai Hibur Pengunjung di Jakarta Fair Kemayoran: Okezone News

Pada program PPDB 2024 dalam proses afirmatif hanya ada tiga kategori, yakni P1 (sangat miskin), P2 (sangat miskin), dan P3 (miskin). Gara-gara itu, Vita Azahra gagal mendaftar PPDB.

Ikuti Berita Okezone di berita Google

Dapatkan berita terkini dengan segala berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan lainnya

(FDA.-)

Menindaklanjuti Saluran WhatsApp Okezone untuk update berita baru setiap hari

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *