Gagasan Mengembangkan Perikanan di Tengah Perubahan Iklim: Perekonomian Zona Atas

Uncategorized32 Dilihat

JAKARTA – Ide budidaya perikanan di tengah perubahan iklim. Untuk mencegah gagal panen, Budidaya Perikanan Cerdas dan Presisi akan diperkenalkan di Pokdatan Palas Jaya melalui Sistem Pemantauan Kualitas Air (Simorika) berbasis tenaga surya pada tahun 2023.

Melalui inovasi sosial ini, kelompok dapat memantau kualitas air (DO, suhu dan Ph) secara otomatis, real time, efektif dan efisien, yang terintegrasi dengan sistem pengurangan (pertolongan pertama) ketika terjadi penurunan kualitas air secara signifikan. didasarkan pada IoT (Internet of Things).

“Dengan sistem ini, petani dapat mengurangi kegagalan panen karena penurunan kualitas air dapat dideteksi sejak dini dan dimitigasi. “Selain itu juga dapat mengurangi pencemaran air yang berdampak negatif terhadap lingkungan akibat matinya ikan,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Unit Dumai, Agustiawan dalam sambutannya, Jakarta, Jumat (14/1). /6/2024).

Bukan hanya sekedar latihan menghadapi era revolusi industri 4.0, fenomena perubahan iklim, kita harus terus berinovasi. “Meningkatkan kesadaran kelompok sasaran dalam penggunaan teknik pertanian modern yang ramah lingkungan. Juga mengurangi laju gagal panen akibat perubahan iklim,” ujarnya.

Salah satu petani, Nazarudín, mengaku Simorika ikut membantu mengatur jumlah air yang digunakan untuk pertanian. Dengan sistem yang terintegrasi dan penggunaan panel surya, organisasi dapat menghemat biaya operasional karena tidak perlu lagi mengeluarkan biaya listrik.

“Simorika bisa menjadi solusi bagi petani ikan berkelanjutan dan bisa menular ke kelompok budidaya ikan lainnya di Kota Dumai,” ujarnya.

Ikuti Berita Okezone di berita Google

Dapatkan berita terkini dengan segala berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang juga
klik disinidan nantikan kejutan lainnya

Baca Juga  Jokowi Soroti ASN Tak Senang Pindah ke IKN: National Okezone

Dengan bertambahnya kolam, kemampuan menarik ikan, memproduksi pakan, membuat olahan pangan, menangani limbah, dan menggunakan teknologi pintar, maka sistem Minapolitan Dumai pada tahun 2024 sudah memasuki tahap integrasi sistem.

“Saat ini sudah 50 nelayan ngokang yang berpindah pekerjaan. Kelompok ini mengembangkan industri benih ikan dan pengolahan ikan di daerah lain. Selain itu dari segi inovasi, sistem ini telah memiliki hak paten alat ekstraksi ikan lele spiral, ujarnya.

Sekadar informasi, Unit KPI Dumai merancang program secara berkelanjutan. Pada tahun 2020 akan dijadikan program percontohan. Pertamina dikeluarkan di Minapolitan Dumai. Pokdatan menggunakan dana bantuan untuk membangun 12 kolam berukuran 2 mx 2,5 m, memanfaatkan lahan kosong di samping rumah. Bantuan juga berupa pembelian 12 ribu bibit ikan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Dumai, sumur gali sebagai sumber air bersih, instalasi listrik, pompa drainase kolam, dan lain-lain.

Pengembangan sistem tersebut akan dilakukan pada tahun 2021 dengan penambahan 12 kolam baru sehingga Pokdatan Palas Jaya memiliki 24 kolam.Pertamina juga mengembangkan pengetahuan keamanan pangan ikan organik dan memberikan bantuan permodalan, kali ini mereka mencoba budidaya sidat. Sedangkan 12 kolam pertama akan tetap digunakan untuk budidaya ikan. Proses panen sidat yang dilakukan empat bulan sekali lebih lama dibandingkan ikan salmon yang bisa dipanen dalam waktu 2-3 bulan.

Menindaklanjuti Saluran WhatsApp Okezone untuk update berita baru setiap hari

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *