Harla Pancasila, Kami Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Perang di Sejumlah Negara: Negara Okezone

Uncategorized45 Dilihat

JAKARTA – Ketua Umum Forum Aksi Indonesia (FAN) Bursah Zarnubi mengatakan, saat ini setidaknya banyak terjadi konflik dan peperangan yang berpotensi meningkat menjadi perang internasional. Pertama, perang antara Rusia dan Ukraina. Kedua, perang antara Israel dan Palestina.

Perang ini dinilai dunia karena Israel melakukan genosida terhadap rakyat Palestina, termasuk konflik Iran-Israel. Selain itu, ketegangan juga meningkat di Laut Cina Selatan, Tiongkok dan Taiwan, Korea Utara, dan Korea Selatan.

“Indonesia di era Jokowi dan era Presiden terpilih Prabowo memerlukan kajian dan kemungkinan negara ini menjadi ajang persaingan sumber daya alam yang melimpah, namun belum dikelola dengan baik dan berbasis pada pemerintahan nasional Indonesia,” ujarnya. dikatakan. ungkapnya dalam diskusi ‘Desain Geopolitik Baru dan Kapasitas Sumber Daya Indonesia Menghadapi Perang Antar Kekuatan Besar’ di Jakarta, Sabtu (1/6/2024).

Menurutnya, kebijakan Indonesia yang bersifat middle-down dan produksi industri masih belum cukup untuk mewujudkan Indonesia sudah maju dan menjadi 10 besar kekuatan dunia di usia 100 tahun kemerdekaan Indonesia.

“Diskusi ini akan menghasilkan gagasan dan pemikiran yang bermanfaat bagi desain baru geopolitik Indonesia pada umumnya dan khususnya mengenai sistem keamanan dan pertahanan Indonesia di masa depan,” kata Bursah.

Sementara itu, pengamat militer dan pertahanan Connie Rakahundini Bakrie mengatakan tren modernisasi pertahanan berpotensi memicu perlombaan senjata sehingga meningkatkan ketegangan di kawasan, termasuk di Asia Pasifik yang terdapat pemain besar seperti China dan Amerika Serikat.

“Untuk mengantisipasi geopolitik ini, negara-negara kawasan dapat secara aktif mencari alternatif kerja sama, termasuk pengaturan minilateral. Indonesia harus segera mengubah diri dari cara pertahanan reaktif-pasif menjadi fokus pada cara pertahanan yang lebih dinamis dan agresif untuk mendorong visi situasi maritim dunia yang bermanfaat. untuk menghadapi event level tertinggi akan muncul,” tegas Connie.



Baca Juga  Diperiksa KPK, Febri Diansyah Tolak Bukti Korupsi Industri Pertanian: Okezone Negeri

Ikuti Berita Okezone di berita Google

Dapatkan berita terkini dengan segala berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan lainnya

Dikatakannya, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan harus segera duduk untuk mempersiapkan pendekatan kebijakan luar negeri dan keamanan baru untuk mencapai tujuan guna mengantisipasi risiko ancaman persaingan langsung dalam berdiri dan memprediksi kekuatan di kawasan tersebut.

Anggota Komite I DPR Sukamta ini menambahkan, politik bebas aktif yang dianut Indonesia harus mengarah pada visi yang jelas untuk kepentingan nasional karena dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tidak ada kepentingan nasional yang jelas.

“Negara-negara lain di kawasan sudah beralih ke industri hitech, sementara kita masih fokus membangun infrastruktur keuangan dan saat ini sedang mengembangkan IKN. Itu bagus untuk tujuan pemerataan ekonomi, tapi harus dihindari jika berbasis pekerjaan karena anggaran habis karena anggaran habis. kurang imajinasi,” kata anggota DPR FPKS ini.

Sarjana UI Hikmahanto Juwana memaparkan geopolitik terkait perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat serta perang Rusia-Ukraina, dan Palestina vs Israel.

“Amerika mengajarkan dan mendidik kita tentang hak asasi manusia dan demokrasi, namun mereka sendiri yang menggunakan standar ganda sebagai kepentingannya sendiri,” pungkas Hikmahanto.

Diskusi ini dalam rangka mengenang Lahirnya Pancasila. Turut serta dalam diskusi ini adalah mahasiswa UI Hikmahanto Juwana, anggota Dewan Pertahanan DPR Sukamta, pengamat militer dan pertahanan Connie Rakahundini Bakrie, Dekan Universitas Islam Internasional Islamabad Pakistan dan Ketua Umum Forum Aksi Indonesia (FAN) Bursah Zarnubi, mantan anggota DPR RI Prof. Nurhayati Ali Assegaf, dan Pimpinan Akademisi Unkris Jakarta SIdratahta Mukhtar.

Baca Juga  Sekeluarga Lompat Dari Lantai 22 Apartemen di Penjaringan Dengan Tangan Terikat: Okezone Megapolitan

Menindaklanjuti Saluran WhatsApp Okezone untuk update berita baru setiap hari

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *