Hasil Survei Sebut 44% Warga Jabodetabek Depresinya Sedang, Artinya: Okezone Edukasi

Uncategorized53 Dilihat

JAKARTA – Hasil survei baru menunjukkan 44% warga Jabodetabek mengalaminya sendiri sedang dan 6% mengalami derajat berat. Hal ini disebabkan banyak faktor, mulai dari status jamaah, usia muda, belum menikah, dan peran perempuan.

Pada bulan September 2023, Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa kesepian adalah ancaman kesehatan global dan meminta semua negara untuk mempublikasikan kebijakan mengenai ancaman kesehatan ini. Dampak depresi berpotensi fatal. Ancaman penyakit akibat depresi sama berbahayanya dengan merokok 15 batang sehari. Selain itu, depresi erat kaitannya dengan peningkatan risiko demensia, penyakit jantung dan pembuluh darah, serta keinginan untuk bunuh diri.

BACA JUGA:

Tingkat kesepian sedang

Menanggapi hal tersebut, Penyidik ​​Utama sekaligus Ketua Health Cooperative Center (HCC) Dr. Dr. Ray W Basrowi melakukan penelitian terhadap warga Jabodetabek dan hasilnya sangat mengejutkan. 4 dari 10 orang atau sekitar 44% penduduk Jabodetabek mengalami depresi tingkat sedang. Sedangkan 6% mengalami kesepian berat dan 50% sisanya mengalami depresi ringan.

“Jadi kalau kita ketemu 100 orang di mall, 60 orang di antaranya akan mengalami depresi tingkat sedang,” kata Dr. Ray saat peluncuran hasil studi barunya, Rabu (19/12/2023).

BACA JUGA:

Ray mengungkapkan, orang dengan tingkat sedang sudah membutuhkan bantuan profesional seperti psikolog, psikiater, atau dukungan sebaya dan tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.

Metode penelitian yang digunakan Ray dan timnya adalah UCLA Depression Questionnaire dengan tingkat keberhasilan 95%. Dari 1.226 responden yang mengikuti survei, statistik responden sebagian besar adalah perempuan, berusia 19-60 tahun, dan juga memiliki latar belakang pendidikan yang beragam. Selain itu, 82% responden sudah menikah, 32% nomaden, dan 47% tinggal bersama keluarga.

Dari hasil penelitian ditemukan 4 faktor penting, antara lain:

Baca Juga  Timnas Indonesia pun tak cuek saat bunuh Brunei Darussalam, Shin Tae-yong: Terima kasih! : Okezone Bola

1. Imigran

Sebanyak 56% imigran mengalami depresi tingkat sedang. Imigran 1,5 kali lebih mungkin mengalami kesepian.

2. Masa kecil

Para peneliti telah mengklasifikasikan orang yang berusia di bawah 40 tahun sebagai orang muda, dan hasilnya 51% orang muda mengalami kesepian. Dengan demikian, risiko bagi generasi muda seperti generasi milenial dan generasi z menjadi 2 kali lebih besar dibandingkan generasi lainnya.

3. Dia belum menikah

60% responden yang tidak menjalin hubungan mengalami kecemasan, dan risiko tertular penyakit ini 1,5 kali lipat dibandingkan orang yang memiliki pasangan.

4. Wanita

Meski belum dilakukan penelitian lebih lanjut, namun sebanyak 52% wanita mengalami tingkat kecemasan sedang pada penelitian ini. Risiko perempuan mengalami kesepian dua kali lipat dibandingkan laki-laki.

Ikuti Berita Okezone di berita Google

Dapatkan berita terkini dengan segala berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan lainnya


Dari hasil kajian HCC, terbukti temuan WHO benar adanya di Indonesia.

“Kalau WHO menyebut kemiskinan sebagai isu global, hal serupa juga terjadi di Jabodetabek. Di Indonesia, hasil penelitian di Jabodetabek membuktikan 44% masyarakat mengalami stres,” Dr.

BACA JUGA:

Sebagai penutup, Ray juga menambahkan bahwa untuk mengatasi permasalahan tersebut Pemerintah dapat melakukan monitoring dan mitigasi secara ilmiah, perbaikan ruang publik, dan identifikasi nilai-nilai lokal agar berbasis pada kearifan lokal.

“Tugas kami di sini adalah menyadarkan semua pihak bahwa pengangguran memang menjadi masalah di Indonesia,” pungkas Ray.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *