Indonesia Bisa Menjadi Pusat Pengembangan Literasi Keagamaan di ASEAN: Negara Okezone

Uncategorized115 Dilihat

JAKARTA – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Menkumham RI), Yasonna H. Laoly, menggelar pertemuan dengan delegasi asing Konferensi Internasional Pengetahuan Lintas Budaya (LKLB) di Jakarta, Kamis (15/11) / 2023). Banyak perwakilan yang mendorong Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu agama di ASEAN.

Indonesia yang memiliki modal besar sebagai negara multinasional dinilai mampu mendorong pendekatan literasi agama secara komprehensif dengan melibatkan banyak organisasi dan mendapat dukungan pemerintah.



“Indonesia berada dalam posisi yang baik untuk memimpin seluruh kawasan ASEAN dalam kerja sama melalui organisasi dan lembaga dengan pendekatan komprehensif dalam memperkuat literasi agama dan martabat manusia,” Pendiri dan Ketua Sekretariat Kebebasan Beragama Internasional, Greg Mitchell, dihadiri 27 orang asing. delegasi Konferensi Internasional LKLB.

Menurut Greg, Indonesia mempunyai kemampuan bekerjasama dengan banyak pihak melalui program LKLB.

“Ada semangat yang kuat dari seluruh mahasiswa yang mengikuti program LKLB. “Kami tidak punya banyak jawaban sama sekali, hampir semua orang bertanya pada sesi breakout dan ingin memberikan komentar,” ujarnya.

Presiden Forum Antaragama G20 Cole Durham mengatakan suara agama penting dalam merumuskan kebijakan di pemerintahan. Sesi-sesi di konferensi tersebut menyoroti peran agama dalam mengatasi banyak tantangan dunia.

“Saya kira literasi agama tradisional adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan. “Ini bukan soal perbedaan budaya antar agama, tapi mencari cara untuk belajar menghormati satu sama lain dan menjadikan perbedaan itu sesuatu yang baik,” kata Durham.


Ikuti Berita Okezone di berita Google

Dapatkan berita terkini dengan segala berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan lainnya

Baca Juga  Gempa M6.6 Kupang, Kantor Bupati Kupang rusak ringan: Okezone News


Senior Vice President American Institute for Global Affairs (IGE), James Chen, mengatakan program literasi agama lintas budaya yang diadakan Institut Leimena telah menunjukkan dampak yang signifikan. Guru-guru dari seluruh daerah di Indonesia berusaha melakukan perubahan karena pemahaman literasi agama yang baik.

“Guru-guru inilah yang akan menjangkau generasi penerus bangsa di Indonesia,” kata Chen.

Sementara itu, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Yasonna H. Laoly mengatakan Konferensi Internasional LKLB diharapkan dapat memperluas jaringan untuk bekerja sama memajukan martabat manusia dan supremasi hukum untuk menciptakan masyarakat global yang damai dan inklusif.

“(Konferensi Internasional LKLB) ini merupakan forum yang baik bagi pejabat pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dari seluruh dunia untuk bertukar pandangan dan praktik terbaik dalam meningkatkan literasi budaya agama dan martabat manusia di berbagai masyarakat,” kata Yasonna.

Konferensi Internasional LKLB diselenggarakan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI dan Institut Leimena dengan melibatkan 30 pembicara internasional. Konferensi yang merupakan bagian dari peringatan Hak Asasi Manusia Dunia ke-75 ini didukung oleh International Center for Law and Religious Studies di Brigham Young University Law School, Sekretariat Kebebasan Beragama Internasional, dan Templeton Religion Trust.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *