Kejaksaan Agung Minta BPA Tingkatkan Perburuan Aset Tersangka Korupsi PT Timah: National Okezone

Uncategorized45 Dilihat

JAKARTA – Kejaksaan RI (KKRI) bertanya kepada Jaksa Agung (Jaksa Agung) untuk meningkatkan peran Badan Pengembalian Aset (BPA) dalam pengambilalihan dan pengambilalihan aset milik tersangka dugaan korupsi tata niaga produk timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk periode 2015-2022 .

Langkah ini diperlukan untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan dan mampu memulihkan kerugian negara.

“Kami berkoordinasi dan berkoordinasi untuk menangani kasus ini sesuai ketentuan hukum dan prosedur hukum. KKRI sebagai mitra strategis berperan dalam memantau dan mendukung Kejaksaan RI khususnya dalam penanganan kasus dugaan mega korupsi rencana bisnis timah. produk di wilayah IUP PT Timah Tbk 2015-2022,” Ketua Kejaksaan RI Pujiyono Suwadi dalam keterangannya yang diterima, Sabtu (18/5/2024).

Menurut Pujiyono, BPA harus dilibatkan dalam proses penyidikan untuk mengungkap dugaan tindak pidana (TPPU) terkait kasus ini. Diharapkan BPA dapat segera memperoleh aset yang teridentifikasi untuk digunakan dalam studi pembangunan.

“Dengan begitu, harta kekayaan yang tercatat bisa segera dibukukan yang merupakan bagian dari proses penyidikan. Oleh karena itu, penyidik ​​bisa melakukan penertiban sedini mungkin guna mengembangkan tindak pidana keuangan yang ada kaitannya dengan kasus korupsi ini,” dia dikatakan.

Dalam penanganan kasus korupsi tersebut, Pujiyono mengidentifikasi dua tugas penting yang harus segera diselesaikan Kejaksaan Agung, yang pertama soal penetapan tersangka.

Menurut Pujiyono, mencap tersangka sebagai penjahat yang dikenal penting untuk menegakkan keadilan dan menjaga kepercayaan masyarakat. “Kami menyarankan agar tindak pidana pencucian uang (TPPU) segera ditindaklanjuti. Dengan begitu, manfaat finansial dari tindak pidana ini bisa ditelusuri,” ujarnya.



Ikuti Berita Okezone di berita Google

Baca Juga  Ramalan Zodiak 6 Maret 2024 untuk Leo dan Virgo: Kehidupan di Zona Atas

Dapatkan berita terkini dengan segala berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan lainnya

Selain itu, Pujiyono menekankan pentingnya fokus untuk mengakuisisi aset-aset besar yang bisa dialihkan ke bisnis lain seperti perkebunan kelapa sawit, bisnis batu bara, atau bahkan pembelian properti di luar negeri.

“Jangan tergiur dan terjebak dengan barang-barang kecil yang hanya menjadi berita mengkilat di masyarakat, seperti membawa jam tangan mahal, sepatu, tas Hermes, dan lain-lain. Fokuslah pada barang-barang besar,” tegasnya.

Untuk melacak dan memulihkan aset di luar negeri, diperlukan dukungan segera dari pemerintah, khususnya Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. “Jangan sampai hari ini kita dapat resinya, nanti tahun depan keluar, asetnya hilang, mungkin karena dijual atau sebab lain, resinya dikirim hari ini, kalau bisa hari ini, tidak perlu menunggu besok, apalagi tahun depan,” imbuhnya.

Pujiyono juga menyarankan agar Badan Pemulihan Barang Milik (BPA) menjadi otoritas pusat dalam pemulihan aset, menggantikan peran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Hal ini diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah proses pengembalian aset terkait tindak pidana korupsi.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *