Kisah Ade Irma Jadi Satpam Jenderal Nasution Saat G30SPKI: National Okezone

Uncategorized141 Dilihat

JAKARTA – Putri bungsu Jenderal AH Nasution menjadi salah satu korban penembakan dalam peristiwa tersebut G30S PKI. Dulu Ade Irma Suryani.

Peristiwa mengenaskan harus dialami Ade saat usianya baru menginjak 5 tahun dan menjadi korban kudeta Partai Komunis Indonesia (PKI).

Jenderal Nasution dan keluarganya berada di Menteng, Jakarta Pusat pada tanggal 30 September 1965. Masyarakat Cakrabirawa menyerang dan hendak membunuh Jenderal Nasution.

Saat kejadian, Ade Irma sedang tidur bersama ayah dan ibunya, Jenderal Nasution dan Johana Soenarti.

Jenderal Nasution dan istrinya mendengar pemikiran itu di rumah mereka. Johana meminta suaminya untuk melarikan diri melalui dinding belakang dan perlahan membuka pintu agar tentara penyerang tidak ketahuan.

Adik Jenderal Nasution, Mardiah, segera menggendong Ade Irma untuk membawanya ke ruangan lain. Sayangnya, Mardiah salah membuka pintu dan tertembak.

Ikuti Berita Okezone di berita Google


Tiga bantahan di punggung Ade Irma. Johana segera mengangkat jenazah putrinya dan membawanya kepada suaminya.

BACA JUGA:

Setelah itu, mereka membawa Ade Irma ke RSPAD Gatot Subroto untuk mendapatkan pertolongan. Sesampainya di rumah sakit, Ade dalam keadaan koma dan dokter menyarankannya untuk segera menjalani operasi.

BACA JUGA:

Ade Irma mendapat perawatan selama 5 hari di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Ade Irma Suryani meninggal dunia pada dini hari tanggal 6 Oktober dan dimakamkan pada tanggal 7 Oktober 1965.

Quoted From Many Source

Baca Juga  Ganjar Saatnya Bertanya Soal Kampanye Terbaru Anies di Acara Konferensi Pers, Begini Perbincangannya: National Okezone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *