Kisah Jenderal Soedirman, Mahasiswa Muhammadiyah yang Menjadi Presiden TNI: National Okezone

Uncategorized62 Dilihat

SETIAP Soedirman adalah Perdana Menteri Republik Indonesia (TNI). Perwira tinggi pada masa Revolusi Indonesia ini sangat disegani dan disegani. Nama dan kisahnya masih dikenang hingga saat ini, menjadi inspirasi bagi generasi bangsa.

Soedirman diangkat menjadi Panglima TNI oleh Presiden Soekarno di Yogyakarta, pada 27 Juni 1947, saat perang revolusi melawan Sekutu sedang memanas.




Lahir di Purbalingga pada 24 Januari 1916, Soedirman memulai karir militernya sebagai prajurit sukarelawan Pembela Tanah Air (PETA), sebuah organisasi paramiliter bentukan Jepang. Dari situlah ia mempelajari keterampilan stafnya hingga menjadi satu-satunya jenderal bintang lima di Indonesia.

BACA JUGA:

Dilansir dari berbagai sumber, Jenderal Soedirman disebut-sebut punya kemauan dan wewenang sendiri atas perilaku tersebut, setidaknya tidak saat ia mulai bekerja di PETA.

Sudirman kecil dibesarkan dan diangkat menjadi anak dari Wedana (Bupati) Rembang Raden Tjokrosoenarjo. Sejak menjadi Wedana Helper angkat, ia bisa bersekolah di sekolah yang hanya bisa dinikmati oleh anak-anak priya Jawa, yaitu Hollandsche Inlandsche School (HIS).

Menurut buku ‘Sang Panglima’ karya Petrik Matanasi, setelah lulus HIS, Soedirman kemudian melanjutkan pendidikannya di Yemeni Siswa School dan Hollandsche Indische Kweekschool (HIK) Muhammadiyah, Solo. Namun dia tidak menyelesaikan sekolah karena kendala keuangan.

BACA JUGA:

Sudirman sangat aktif dalam berbagai kegiatan sejak lulus sekolah, termasuk sebagai manajer intelijen Hizbul Wathan (HW) yang dijalankan oleh organisasi Islam, Muhammadiyah.

Sebelumnya, ia pernah menjadi guru di Wirotomo saat berusia 20 tahun dan pernah menjadi kepala sekolah. Ia juga merupakan aktivis pemuda Muhammadiyah dan memimpin Hizbul Wathan cabang Cilacap.

Soedirman tetap bekerja sebagai guru dan bekerja di Muhammadiyah meski gajinya hanya 12,5 emas. Hasilnya, kemauan dan kemauan Anda tercipta.

Baca Juga  Jadwal imsak dan waktu sholat bulan ini Oktober 2023 Jakarta dan sekitarnya

Sejak kecil ia bekerja di Hizbul Wathan dan menjadi mahasiswa, disanalah perjuangannya diorganisir dan nilai-nilai cinta tanah air mulai tumbuh.

BACA JUGA:

Namun keadaan berubah setelah Belanda menyerah kepada Jepang di Kalijati pada tahun 1942. Ketika Jepang membuka PETA, Soedirman mulai tertarik dengan dinas militer.

Berbekal landasan sekolah tersebut, Soedirman akhirnya bisa bersekolah di SMK PETA Bogor. Berkat pendidikannya yang ketat di sekolah staf PETA di Bogor, lahirlah “Soedirman baru” yang memahami sepenuhnya cara militer Jepang dan menjadi Komandan Daidan (Batalyon) di Kroya, Cilacap.

Ikuti Berita Okezone di berita Google

Dapatkan berita terkini dengan segala berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan lainnya

Namun PETA bubar setelah Jepang menyerah kepada sekutu. Pasca Deklarasi 17 Agustus 1945, Soedirman bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat (BKR, pendahulu TKR/TNI) di Banyumas dengan pangkat kolonel.

Kesuksesan pertamanya adalah sebagai perwira tentara independen, mampu mengklaim sejumlah senjata Jepang setelah ia mendaratkan senjata berdarah di Banyumas. Jumlah pemberontakan damai yang dilakukan sangatlah kecil dibandingkan dengan tempat lain yang menggunakan cara kekerasan.

Kemudian nama Sudirman melejit setelah Pertempuran Ambarawa 12-15 Desember 1945. Meski sempat dilatih militer PETA Jepang, ia tidak selalu menggunakan teknik Jepang.

Dalam Perang Ambarawa melawan Inggris, Sudirman memadukan taktik modern dengan taktik tradisional Kerajaan Majapahit. Maka dimulailah proses “Supit Urang”. Teknik menekan, menjepit dan menyerang lawan secara bersamaan dari banyak sisi.

Sudirman meninggal pada tanggal 29 Januari 1950 dalam usia 34 tahun, karena penyakit TBC yang dideritanya belum juga sembuh.

Baca Juga  Cara mencari keseimbangan BPJS Ketenagakerjaan: Ekonomi Zona Atas

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *