KPK Periksa Psikolog dan 7 Saksi Lainnya, Selidiki Pembagian Uang: Secara Nasional

Uncategorized28 Dilihat

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pembatalan Kerusakan) telah merampungkan persidangan terhadap kelompok yang disebut sebagai ‘otak’ pajak ilegal (intervensi) di Rutan KPK, Hengki, Rabu 13 Maret 2024.

Dalam kesempatan itu, Komisi Pemberantasan Korupsi juga memeriksa tujuh orang saksi lainnya yang merupakan pejabat KPK.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, total ada delapan saksi yang dijadwalkan menjawab panggilan tersebut.

Perlu diketahui, tujuh saksi lainnya adalah Achmad Fauzi, Ketua Komite Penyakit Korupsi (KPK) 2022-sekarang; Deden Rochendi, Keamanan Rutan PNYD/KPK; Agung Nugroho, Petugas Rutan PNYD/KPK; dan Ari Rahman Hakim, Petugas Rutan PNYD/KPK.

Kemudian, Eri Angga Permana, ASN Kemenkumham/Petugas Rutan KPK 2018; Mahdi Aris, Keamanan Rumah Tahanan Anti Korupsi (KPK); dan Muhammad Abduh, Keamanan Rutan KPK.

Seluruh saksi menemukan dan membenarkan antara lain adanya keterkaitan struktural dalam penempatan petugas di Rutan Departemen KPK, kata Ali dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/3/2024).

Lanjut Ali, dari keterangan para saksi, dugaan keterkaitan dengan transaksi keuangan yang diperoleh para tahanan paksa di Rutan Departemen KPK juga didalami.



Ikuti Berita Okezone di berita Google

Dapatkan berita terkini dengan segala berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan lainnya

Juru Bicara Penindakan Korupsi (KPK) menambahkan, kedelapan saksi tersebut diperiksa untuk mengetahui berapa jumlah uang yang diterima dari pengedar dan dibagikan kepada para tersangka.

“Juga ada kendala teknis dalam pendistribusian uang tersebut kepada pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini,” kata Ali.

Sekadar informasi, dalam kasus korupsi di rutan, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan lebih dari 10 orang sebagai tersangka.

Baca Juga  Karena Balas Dendam atas Kejahatan, Ayah dan Anak di Bandung Pukul Sesepuh Misionaris dengan Menggunakan Misa: Laporan Okezone

Nama yang mencuat sebagai tersangka adalah Hengki yang diketahui menjadi ‘otak’ pendirian Rutan KPK. Hengki sudah menjadi tersangka, kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Johanis Tanak kepada pers, Rabu 6 Maret 2024.

Tanak mengatakan Hengki sudah tidak bekerja lagi di KPK. Sudah dialihkan ke Pemda DKI Jakarta.

Meski demikian, Tanak mengatakan pihaknya akan tetap memproses Hengki dengan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kami yakin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan tetap menjalankan prosesnya sesuai ketentuan yang berlaku, sepanjang menangkap unsur-unsur tindak pidana yang akan dituntut dan kami akan menerapkan hukum acara pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. UU 81 telah diproses. ,” dia berkata.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *