Letusan Gunung Merapi konon telah menghancurkan kerajaan Mataram kuno: Zona Atas

Uncategorized171 Dilihat

LETUSAN Gunung Merapi Ia konon telah menghancurkan Kerajaan Mataram Lama dan menjadikan Mpu Sindok sebagai ibu kota kerajaan pada tahun 928 Masehi.

Saat peristiwa ini terjadi, Raja Dyah Wawa sedang memerintah kerajaan Mataram lama.




Bahkan, akibat dahsyatnya letusan, Candi Bhumisambhara atau Candi Borobudur yang dibangun Samaratungga sempat tertimbun lahar dingin.

Dikutip dari buku “13 Raja Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah Kerajaan di Jawa” karya Sri Wintala Achmad, Van Bammelen mengemukakan gagasan bahwa letusan Gunung Merapi menghancurkan gunungnya.

Lapisan tanah tersebut konon bergeser ke arah barat daya sehingga membentuk lempeng Gunung Gendol dan Gunung Menoreh.

Dari situlah Mpu Sindok akhirnya mengambil langkah cepat dengan memindahkan pusat pemerintahan dari Mataram dari Jawa Tengah ke Tamwlang, Jawa Timur.

Sejarawan Boechari juga mengatakan, pemindahan ibu kota merupakan bagian dari hukuman akibat perebutan kekuasaan yang sering terjadi di kalangan keluarga kerajaan sejak masa pemerintahan Rakai Pikatan atau Mpu Manuku.

Ikuti Berita Okezone di berita Google

Dapatkan berita terkini dengan segala berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan lainnya

Fakta sejarah mencatat perebutan kekuasaan antar marga Sanjaya bermula dari pemberontakan Mpu Kumbhayoni yang ingin merebut tahta Medang dari Rakai Mamrati. Mpu Manuku menjadi raja.

Pemberontakan tersebut digantikan oleh putra Rakai Pikatan, Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala. Namun pemberontakan selanjutnya terjadi saat Dyah Lokapala menjadi raja.

Musim ini pemerannya adalah Rakai Gurungwangi Dyah Saladu dan Rakai Panumwangan Dyah Dewendra. Pemberontakan ini membuahkan hasil yang besar, namun setelah berhasil mengalahkan Dyah Lokapala dari singgasananya, Dyah Saladu dan Dyah Dewendra mendapat serangan dari Rakai Watukura Dyah Balitung yang merupakan menantu dari Rakai Watuhumalang Mpu Teguh. Alhasil, Dyah Balitung-lah yang akhirnya naik takhta menjadi raja.

Baca Juga  Jaga Ruang Demokrasi, Mahasiswa UI Bela Konferensi Praperadilan Aiman ​​Witjaksono: National Okezone

Pada saat Raja Dyah Balitung bertahta kembali terjadi pemberontakan di lingkungan kerajaan Mataram, kali ini yang berperan adalah Rakai Hino Mpu Daksa yang mendapat dukungan dari Rakai Gurungwangi Dyah Saladu. Akibat pemberontakan tersebut, Dyah Balitung berhasil dikalahkan dan tak lama kemudian Mpu Daksa naik takhta menjadi raja Medang.

Pemberontakan tersebut juga mewarnai masa pemerintahan Rakai Layang Dyah Tulodong yang merupakan menantu Rakai Hino Mpu Daksa saat naik takhta menjadi raja. Rakai Sumba Dyah Wawa adalah penggagas pemberontakan ini.

Ia merupakan anak dari Rakai Landheyan, saudara dari Rakai Kayuwangi Dyah Saladu. Dimana pemberontakan ini berakhir dengan gemilang berkat dukungan Mpu Sindok yang mengantarkan Dyah Wawa naik takhta menjadi Raja Medang.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *