Menunggu Ratu Adil dan Satria Piningit seperti Ramalan Jayabaya: National Okezone

Uncategorized43 Dilihat

JAKARTA – Sri Maharaja Sri Wameswara Madhusudana Watarandita Parakrama Digjoyottunggadewama Jayabalancana (1135-1157) dikenal sebagai pemimpin yang saleh dan visioner pada masanya.

Raja Kediri Ia dikenal karena ramalannya yang terkenal Ramalan Jayabaya.

Jayabaya sempat berada di masa sulit dan akhirnya mampu membawa Kerajaan Kediri ke masa kejayaan. Jayabaya berjasa menyatukan kembali kerja-kerja yang sempat rusak pada masa kepemimpinan Raja Airlangga.

Karena jasanya, ia mendapat gelar Ratu Adil dan Satria Piningit.

Menurut Solopos, dikutip dari karya ilmiah dan sastra Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Bali berjudul Ratu Adil Satria Piningit dan Zaman Gila, secara harfiah Satria Piningit diartikan sebagai seorang kesatria yang masih tersembunyi melewati zaman. Sedangkan Ratu Adil digambarkan sebagai pemimpin yang bijaksana dan adil.

Dahulu kala mengira nama Satria Piningit dan Ratu Adil itu sama, padahal tidak demikian. Pemimpin yang dianggap Satria Piningit belum tentu Ratu Adil. Karena untuk menjadi Ratu yang Adil, Anda harus bersikap adil dan memperhatikan semua orang yang Anda pimpin, bukan hanya mengurus diri sendiri atau kelompok dan organisasi yang mendukung Anda.

Keyakinan akan persamaan makna gelar antara Satria Piningit dan Ratu Adil muncul dari sebuah teks bahasa Jawa yang berbunyi Satria Piningit sebagai ungkapan Ratu Adil yang menjadi pedoman dalam menunjukkan watak pemimpin. Atribut, ciri dan ciri tersebut lebih menunjuk pada model kepemimpinan negara yang pemimpinnya mampu menjunjung tinggi keadilan.

Merujuk pada Kitab Musarar Sunan Giri Prapen yang memuat nubuatan Jayabaya, ia juga memaparkan gagasan konstitusi yang jika diterapkan mampu melahirkan masyarakat adil dan berbelas kasih seperti yang ditunjukkan Ratu Adil. Begitu pula pada gambar Satria Piningit (ksatria lari tersembunyi) ditandai dengan kemunculan Ratu Adil.

Baca Juga  Berapa lama proses investasi IKN selesai sampai ground floor? : Ekonomi Zona Atas

Dalam kitab tersebut terdapat ayat yang berbunyi “Prabu tusing waliyulah, kadhatone pankekaling ing Mekah ingkah satunggal, Tanah Jawi kang sawiji, prenahe iku kaki, perak lan gunung Perahu, sakulone tempuran, balane samya jrih asih, ya iku ratu rinenggeng sajagat. ”

(Raja keturunan Waliyulah, berkedudukan di Mekkah dan Tanah Jawa, terletak dekat Gunung Perahu di sebelah barat Tempuran (wilayah dua sungai), dicintai prajuritnya, sungguh Raja dunia yang termasyhur)

Gunung Perahu merupakan lambang dari Bukit Siguntang yang merupakan gunung tertinggi di kawasan kota palembang. Sedangkan ‘tempuran’ merupakan titik pertemuan antara Sungai Musi dan Sungai Ogan yang letaknya tidak jauh dari Bukit Siguntang. Di sebelah baratnya terdapat Masjid Muara Ogan. Bukit Siguntang merupakan simbol kejayaan Sriwijaya Isokan yang ditandai dengan ditemukannya prasasti Kedukan Bukit di kaki Bukit Suguntang.



Ikuti Berita Okezone di berita Google

Dapatkan berita terkini dengan segala berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan lainnya

Begitu pula dengan pertempuran sungai Ogan dan Musi yang menunjukkan persatuan masyarakat pulau tersebut. Berabad-abad yang lalu, 20.000 tentara yang dipimpin oleh Dapunta Hyang Jayanasa berkumpul. Simbol ini menunjukkan bahwa Jayabaya mempunyai hubungan sejarah dengan Sriwijaya dimana pendahulunya yaitu Raja Airlangga menikah dengan seorang Putri Kerajaan Sriwijaya bernama Wijayatunggawarman.

Dari pernikahan tersebut lahirlah Sri Bameswara yang menikah dengan Putri Panjalu yang menggantikan Jayabaya sebagai Raja Kerajaan Kediri. Jayabaya dalam ramalannya juga mengatakan bahwa kemunculan Ratu Adil dan Satria Piningit di masa depan akan membawa kembali masa kejayaan.

Ramalan Jayabaya tentang kemunculan Ratu Adil, ia menulis bahwa Ratu Adil di masa depan adalah seorang Jawa dari anak-anak Kerajaan Majapahit yang akan muncul ketika kereta api dapat melaju tanpa kuda, dan kapal dapat menjelajahi langit dan luar angkasa. . Dalam ramalan tersebut juga disebutkan bahwa Ratu Adil akan menghadapi masa-masa sulit, rasa malu dan kemiskinan. Namun, waktu itu akan berlalu karena kejujuran dan tekad Anda.

Baca Juga  Jadwal imsak dan waktu sholat bulan ini Januari 2024 Jakarta dan sekitarnya

Masyarakat tradisional Jawa percaya bahwa ini adalah masa gila atau masa kelam, menurut ramalan Jayabaya. Oleh karena itu, kedatangan Ratu Adil diprediksi sudah dekat dan akan membawa negeri ini menuju era kejayaan baru.

Jadi siapa calon Ratu Adil di masa depan?

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *