Pengiriman 20 Kilogram Sirip Hiu dari Medan Berhasil Diberhentikan di Pelabuhan Bakauheni: Laporan Okezone

Uncategorized55 Dilihat

LAMPUNG SELATAN – Jumlahnya 20 kilogram hiu Spesies Rhynchobatus spp tanpa dokumen pemerintah yang harus diangkut ke Jawa Timur berhasil dipanen di Pelabuhan Laut. Pelabuhan BakauheniLampung Selatan, Rabu (5/3/2024).

180 ekor hiu tersebut diberangkatkan menggunakan jasa angkutan umum, disimpan di bagasi kendaraan bersama barang bawaan penumpang lainnya.

“Iya, hiu hiu sebanyak 180 pcs atau 20 kg sudah kita amankan dari Medan, dikemas dalam paket dan akan dikirim ke Jatim,” kata Kepala Unit Karantina Bakauheni Lampung, Akhir Santoso saat dimintai keterangan, Rabu (6/3). .

Terakhir, dia menjelaskan, demonstrasi upaya pendeteksian ini bermula saat petugas Satuan Pelayanan Karantina (Satpel) Pelabuhan Bakauheni mendapat laporan dari petugas Polsek Pelabuhan Lampung Selatan tentang adanya kapal yang membawa ikan hiu.

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi bergegas ke lokasi kejadian sesuai informasi. Sesampainya di TKP, petugas langsung meminta dokumen terkait penyerahan barang bukti kepada sopir bus.

“Dari wawancara kami, yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan dokumen yang diperlukan untuk pelaporan pengiriman hiu,” ujarnya.

Menurut Akhir Santoso, puluhan ribu hiu tersebut datang tidak membawa surat keterangan sehat dari Karantina, tidak melapor dan diberikan kepada petugas karantina untuk dilakukan tindakan karantina sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2019.



Baca juga: instalasi-interaktif-gema-kompatibel-di display-arch-id-2024

Ikuti Berita Okezone di berita Google

Dapatkan berita terkini dengan segala berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan lainnya

Selain itu, sertifikat ini juga belum termasuk Surat Izin Verifikasi Jenis Ikan (SIPJI) yang diterbitkan oleh Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Surat Perjalanan Jenis Ikan (SAJI) negara – pekerjaan yang dilakukan. keluar. UPT Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut dan Perairan (PKRL) atau Pusat/Pengolah Sumber Daya Pesisir dan Laut (PSPL).

Baca Juga  Banjir Sebabkan Penurunan Pasar di Sekitar Stasiun Tanjung Barat: Okezone Megapolitan

“Saat ini seluruh barang bukti dan sopir bus telah diamankan di Kantor Karantina Unit Pelabuhan Bakauheni, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sambil berkoordinasi dengan kantor PSPL dan Kantor Pengawas Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampung,” jelasnya.

Santoso akhirnya menambahkan, sirip hiu merupakan bagian dari ikan hiu yang memiliki nilai ekonomi tinggi dibandingkan dagingnya dan banyak ikan lainnya. Namun saat ini hiu menjadi salah satu hewan yang dilindungi karena jumlahnya semakin berkurang.

Meskipun sirip hiu Rhynchobatus spp yang termasuk dalam Appendix II tidak terancam punah, namun sirip hiu ini mungkin berisiko punah jika diperdagangkan tanpa aturan.

“Kami ingatkan, seluruh lalu lintas hewan dan tubuh hewan yang dilindungi dan tidak dilindungi harus disertai persyaratan dokumen pengangkutan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Karantina Lampung Donni Muksydayan menegaskan pihaknya akan menindak tegas segala bentuk kejahatan separatis yang dilakukan kelompok oknum.

“Kami akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk implementasi lebih lanjut,” tutupnya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *