Perusahaan Periklanan Ingin Ikut RPP Kesehatan, Ini Alasannya: Okezone Tren

Uncategorized82 Dilihat

JAKARTA – Dampak negatif dari pelarangan total terhadap iklan dan promosi produk tembakau di tempat umum dan di internet sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal tembakau dalam Rancangan Undang-Undang Pemerintah (sistem Pendidikan) Kesehatan dianggap berbahaya.

Strategi ini akan mematikan industri periklanan dan media kreatif, termasuk media digital, yang akan kehilangan 20% sumber pendapatannya.

Ketua Indonesia Digital Association (IDA) Dian Gemiano mengatakan pihaknya segera mengkaji dampak RPP Kesehatan terhadap industri, khususnya terkait pasal-pasal iklan produk tembakau.

“Kami menganggap proses ini tidak adil bagi semua perusahaan. “Kalau tidak adil, sebenarnya proses ini belum siap,” ujarnya di Jakarta, dilansir Selasa (28/11/2023).

Gemi menambahkan, usulan regulasi tersebut bisa merugikan industri media digital yang saat ini mengalami disrupsi tiada henti. Pasalnya, proyeksi kerugian media digital bisa mencapai 20% dari total pendapatan, jika produk tembakau dalam RPP Kesehatan sudah diterapkan.


Ikuti Berita Okezone di berita Google


Berdasarkan data Statista, kerugian 20% bernilai sekitar Rp 11 triliun, ujarnya.

Khusus pada media pemberitaan berbasis digital, lanjutnya, kehilangan nilai bisnis sebesar itu berdampak signifikan terhadap kelangsungan bisnis.

“Jadi seberapa besar dan signifikan dampaknya terhadap lapangan kerja, karena berdampak pada bottom line. Kerugian 20% sangat penting bagi kami. Oleh karena itu, otomatis memangkas banyak biaya, termasuk SDM (Sumber Daya Manusia). “Berat sekali,” kata Gemi cemas.

Lanjutnya, prinsip-prinsip dalam gambar RPP Kesehatan ini aneh, terutama untuk platform digital, termasuk media. Pertama, media digital merupakan media yang paling berpeluang menentukan target audiens iklan.

“Siapa targetnya, kapan diumumkan, sangat mungkin. “Jadi aneh kalau dilarang total,” jelasnya.

Baca Juga  Tiongkok memperingatkan warganya terhadap jebakan kecantikan besar yang dibuat oleh mata-mata asing: Okezone News

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *