Polisi Selidiki Lokasi Unit Apartemen Keluarga yang Meninggal dan Langsung Melakukan Pembunuhan: Okezone Megapolitan

Uncategorized29 Dilihat

JAKARTA – Kapolres Metro Jakarta Utara, Kompol Gidion Arif Setyawan belum memberikan informasi apakah gedung apartemen lantai 16 atau kamar 16-A yang ditempatinya sebelumnya sudah terjual atau belum.

Hal itu diungkapkannya kepada awak media usai melihat proses olah tempat kejadian perkara (TKP) jatuhnya empat orang dari satu keluarga di Apartemen Teluk Intan, Penjaringan, Jakarta Utara pada Rabu (13/3/2024).

“Kalau mau jual unit apartemen atau tidak, (penelitian) akan lebih detail,” kata Gidion.

Diketahui, sekitar empat orang dari satu keluarga diketahui terjatuh atau loncat dari lantai 22 sebuah apartemen di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara pada Sabtu, 9 Maret 2024 sore.

Jenazah keempat orang tersebut terjatuh di lobi area parkir apartemen Tower Topaz.

Kompol Metro Jakarta Utara Kompol Gidion Arif Setyawan mengatakan, keempat korban diduga bunuh diri.

Keempat jenazah tersebut tewas akibat bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 22 apartemen Teluk Intan. Belum diketahui penyebab bunuh diri tersebut, kata Gidion kepada awak media, Sabtu 9 Maret 2024.

Keempat orang meninggal dunia tersebut terdiri dari dua orang pria berinisial EA (50) dan JWA (13). Selain itu, dua orang perempuan berlatar belakang AIL dan JL (15).




Ikuti Berita Okezone di berita Google

Dapatkan berita terkini dengan segala berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan lainnya

Sementara itu, Kapolsek Penjaringan Kompol Agus Ady Wijaya mengungkapkan, ada tanda-tanda empat orang yang masih satu keluarga berencana bunuh diri.

Agus mengatakan hal itu terlihat dari perilaku yang terlihat dari kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) yang ada di dalam apartemen.

Baca Juga  Bintang Indiana Jones Christian Oliver meninggal dalam kecelakaan pesawat bersama 2 anaknya: Celebrity Okezone

Adegan seperti cium kening, ambil semua ponsel, hingga naik ke lantai 21 atas apartemen terekam CCTV, kata Ady Wijaya, Rabu 10 Maret 2024.

Agus menjelaskan, tidak ada saksi yang melihat keempatnya memanjat atap gedung.

“Di CCTV terlihat para korban ini sedang berkumpul, naik lift bersama, di dalam lift EA mencium korban lainnya, Kami mengambil ponsel korban di sakunya, hingga keluar dari lift bersama-sama. Di atas tidak ada saksi lain atau lainnya. orang-orang. Dan lagi-lagi CCTV menunjukkan mereka jatuh bersamaan, “kata Ady.

Namun lokasi tangan yang diikat itu terekam kamera pengintai. Fakta dari rekaman CCTV serupa Pak. Posisi tangan terikat terlihat dari jenazah saat terjatuh ke tanah, pungkas Agus.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *