Wanita ini memutuskan membawa sabu di sakunya ke Lapas Parigi, Sulawesi Tengah: Laporan Okezone

Uncategorized22 Dilihat

PARIS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Tengah berhasil mencegah penyelundupan narkoba jenis sabu di tas pengunjung, Kamis (1/5/2024).

Kepala Lapas Parigi, Didik Niryanto mengatakan, penyerangan berhasil dilakukan Petugas Kunjungan Tahanan (WBP), Lita Palumpun.

“Seorang pengunjung berinisial (N) kedapatan membawa paket sabu di sakunya,” jelasnya.

Dijelaskannya, kejadian tersebut bermula saat seorang tamu berinisial N hendak berkunjung, setelah melalui pencatatan dan ditemukannya barang oleh petugas yang menjaga pintu masuk utama, kemudian tamu tersebut ditemukan oleh polisi, Lita Palumpun dalam keadaan fisik penting. ruang untuk wanita

Saat penggeledahan, petugas merogoh bagian dalam tas dan menemukan satu kantong plastik diduga sabu. Bersama Kabag Keamanan dan Komando, Manajer Pendidikan dan Kebudayaan segera berkoordinasi dengan Kepolisian Resor (Polres) Parigi, untuk mengamankan barang bukti bersama tamu berinisial N.

“Kemudian kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian Paris dan menyerahkan barang bukti dan kasus tersebut kepada mereka untuk penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, pasca kejadian tersebut, timnya segera meningkatkan pengawasan dengan membersihkan seluruh area lapas.

“Kami meningkatkan keamanan, memastikan seluruh area di dalam dan di luar Lapas aman dan bersih dari ancaman keamanan dan gangguan ketertiban,” tambah Didik.




Ikuti Berita Okezone di berita Google

Dapatkan berita terkini dengan segala berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan lainnya

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng Hermansyah Siregar mengapresiasi keberhasilan Lapas Parigi dalam mencegah peredaran sabu.

Hermansyah Siregar menegaskan, komitmen penghentian peredaran obat-obatan terlarang menjadi perhatian utama seluruh jajaran lembaga pemasyarakatan.

Baca Juga  Pesta Baca Bersama Komunitas Jakarta Book Party, Informasi Lengkap Update Okezone! : Okezone Nasional

“Tekad kami tegas! Hancurkan, bubarkan, lawan, lawan peredaran gelap narkotika! “Tidak ada toleransi bagi pedagang maupun pengguna,” tegas Hermansyah Siregar.

Hermansyah Siregar mengungkapkan, sejak awal tahun 2024, petugas pemasyarakatan Kementerian Hukum Sulteng dan HAM telah berhasil mencegah peredaran narkoba sebanyak 5 kali.

Menurutnya, ini merupakan pencapaian yang baik untuk mensukseskan program rehabilitasi yang baru saja merayakan hari jadinya yang ke-60.

“Di awal tahun ini banyak sekali kegagalan yang dilakukan oleh pengelola kami, dan keberhasilan yang baik ini menjadi anugerah bagi kita semua, dengan harapan agar kiprah kita dalam membersihkan lapas dari narkoba dapat selalu terlaksana,” jelas Hermansyah Siregar. .

Meski begitu, Hermansyah Siregar juga mengungkapkan, dengan tingginya kasus narkotika, Sulawesi Tengah yang menempati peringkat keempat prevalensi peredaran narkoba harusnya memiliki Lapas dan Pusat Rehabilitasi Khusus Narkotika.

“Kemarin kami memberikan masukan dan menyarankan kepada Panitia Perancang Undang-Undang DPD RI untuk mengusulkan pembangunan Lapas dan Pusat Rehabilitasi Khusus Narkotika di Sulawesi Tengah. “Mudah-mudahan bisa cepat selesai,” tutupnya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *