Warga Agbogun Bantah Penemuan Mushola yang Dibangun Changer di Sangihe, Polisi: Video Lama : Okezone Report

Uncategorized49 Dilihat

MANADO – Media sosial Twitter atau

Video tersebut diunggah oleh akun tersebut

“Seorang mualaf di Sangihe, Sulawesi Utara, membangun musala di samping rumahnya sebagai satu-satunya musala bagi umat Islam di desa tersebut. Demonstrasi publik dilakukan oleh umat Kristiani setempat. Namun ia tetap teguh menghadapi segala macam kekerasan. tantang sampai ketemu.dipanggil ke kantor polisi…yang mana paling sabar?” tulisnya, Sabtu (23/3/2024).

Dalam video tersebut terlihat sekelompok orang memegang spanduk yang isinya menolak pendirian musala di tempat itu. Dalam sambutannya terdengar penolakan warga karena bangunan musala tidak memiliki dokumen.

“Tidak ada rasa hormat terhadap pemerintah desa, tidak ada izin dari desa, tidak ada rasa hormat terhadap pemerintah desa Belangang, tidak ada rasa hormat terhadap tetangga, sehingga kami dengan tegas menolak pembangunan musala yang ada,” demikian pernyataan dalam video tersebut. .

Kapolsek Kepulauan Sangihe AKBP Dhana Ananda Syahputra saat dikonfirmasi mengatakan, video tersebut merupakan kejadian lama yang terjadi pada tahun 2020.

“Awalnya pada tahun 2020, masyarakat Fretsman Sikome pertama kali melakukan peletakan batu musala di samping rumahnya, namun ditolak terlebih dahulu sehingga ragu-ragu, karena saat itu juga dekat dengan pilkada. . waktunya pilgub, jadi ditunda,” kata AKBP Dhana Ananda Syahputra, Sabtu (23/3/2024).

Kemudian pada Mei 2021 terjadi pertemuan antara beberapa kelompok, namun belum ada titik temu dan masih ada pertentangan. Namun warga tetap membangun musala.




Ikuti Berita Okezone di berita Google

Dapatkan berita terkini dengan segala berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan lainnya

Kemudian diadakan pertemuan lagi pada bulan Juni, September hingga Oktober yang menghasilkan kesepakatan bahwa musala dapat didirikan.

Baca Juga  Saat Jokowi Tak Sebut Nama Kaesang Saat Pidato Persatuan Sukarela di Bogor: Bangsa

“Sampai saat ini musala sudah diperbolehkan menginap dan tidak ada masalah di kawasan tersebut,” kata Kapolres.

Persoalan sebenarnya, kata AKBP Dhana, bukan hanya penolakan penyelenggaraan musala saja, tapi juga ada permasalahan pribadi, sehingga secara umum tidak ada penolakan terhadap musala.

Buktinya, musala sudah beroperasi seperti biasa, khususnya bagi umat Islam di Desa Belangang, Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, katanya.

AKBP Dhana mengingatkan agar semua pihak berhati-hati, segala informasi yang diterima harus dicek dan dicek terlebih dahulu.

“Karena dengan masa kini dunia yang sudah begitu maju, terkadang kita sulit memilah mana jenis peristiwa aktual dan mana peristiwa masa lalu.

Oleh karena itu, kata Kapolri, mohon penjelasan dan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait agar dapat menerima fakta yang sebenarnya, jangan terpedaya atau terjebak pada pemikiran-pemikiran yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan negara.

“Pengelolaan pemerintahan Pulau Sangihe jelas terbengkalai, terbukti sampai saat ini Pemerintah Pulau Sangihe mendapat Penghargaan Kerukunan, artinya kehidupan beragama di sini berjalan dengan baik,” tuntasnya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *